Home » 4 Faktor yang mempengaruhi Komoditas Minyak Bumi

4 Faktor yang mempengaruhi Komoditas Minyak Bumi

by TPFX
76 views
Campaign Jurnal Zero Zero

Terdapat banyak produk untuk perdagangan berjangka komoditi. Beberapa di antaranya adalah pertambangan, pertanian yang merupakan hasil bumi. Salah satu komoditi yang banyak diperdagangkan dan volumenya besar di bursa komoditi adalah Minyak mentah/ mentah (crude oil). 

Saat melakukan trading komoditas Minyak mentah atau minyak mentah, ada beberapa faktor yang mempengaruhimempengaruhi supply dan demand dari komoditas ini. Hal ini tentu menyebabkan harga menjadi fluktuatif dan memiliki volatilitas tinggi. Apa saja yang mempengaruhinya? Simak penjelasan lebih lanjutnya pada ulasan berikut ini yuk!

Trading Komoditas Minyak mentah

Minyak mentah (crude oil) merupakan zat alami yang dapat ditemukan di dalam formasi-formasi batu di bumi. Minyak mentah perlu dimurnikan menjadi produk Minyak mentah olahan (petroleum products) terlebih dahulu untuk dapat mengekstraksi nilai maksimum dari Minyak mentah.

Nilai dari kontrak komoditas yang dibeli dapat dihitung dengan mengalikan harga terkininya di pasar dengan ukuran kontraknya (contract size). Apabila per kontrak minyak berisi 1000 barel maka angka tersebut harus dikalikan dengan harga yang tertera pada tulisan tadi yakni US$ 105.52 untuk mengetahui nilai kontraknya.

Volatilitas pasar serta nilai nominal kontrak mempengaruhi harga komoditas futures sehingga harganya dapat berubah-ubah. Di pasar komoditas, trader dapat memperjualbelikan kontrak tersebut dengan memanfaatkan margin trading tergantung dengan ketentuan pasar komoditas tersebut.

Misalnya, di NYMEX, trader diharuskan mempertahankan margin US$ 8,775 atau sekitar 8% dari nilai nominal kontrak. Sementara di Indonesia, margin per kontrak biasanya sekitar 5-10% dari nilai kontrak.

Namun, hal yang wajib Anda ingat sebagai trader komoditas Minyak mentah adalah jangan lupa menutup posisi sebelum jatuh tempo. Contohnya, apabila Anda melakukan buy minyak, tapi Anda tidak menutup posisi tersebut pada saat jatuh tempo maka Anda bisa jadi akan benar-benar menerima kiriman minyak tersebut.

Tak hanya itu, Anda juga diharuskan membayar total nilai nominal kontrak, lho (bukan nilai setelah marjin). Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dalam melakukan trading komoditas ini, ya. Begitu juga sebaliknya, jika Anda melakukan sell minyak maka Anda harus siap untuk mengirim minyak dengan kuantitas dan kualitas sesuai kontrak kalau Anda lupa menutupnya.

Baca juga: Trading Perak: Menguntungkan atau Tidak

Faktor-Faktor yang Mempengaruhimempengaruhi Supply dan Demand Minyak mentah

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi supply dan demand Minyak mentah yang terjadi di negara penghasil minyak. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Faktor Geopolitik

Seperti yang diketahui, wilayah Timur Tengah merupakan wilayah penghasil minyak mentah utama dunia. Oleh karena itu, para investor yang melakukan trading Minyak mentah atau mentah sangat memerhatikan perkembangan geopolitik di kawasan tersebut.

Peristiwa yang berhubungan dengan stabilitas sosial serta politik di timur tengah sangat memicu pergerakan harga. Konflik yang terjadi di Timur Tengah dapat membuat harga minyak naik secara signifikan karena dikuatirkan dapat mengganggu proses produksi minyak tanah.

Tentunya, semakin buruk situasi politik serta ekonomi yang terjadi di wilayah produksi maka, harga minyak akan semakin tinggi. Hal itu dikarenakan pasokan minyak global tergangg u. Berlaku juga untuk sebaliknya. Begitu juga peristiwa geopolitik di kawasan lainnya. Apabila dikuatirkan dapat mengganggu proses transportasi minyak ke negara tujuan maka harga minyak mentah juga akan naik.

 

  • Pergerakan Nilai Tukar Dollar Amerika Serikat (USD)

Bukan rahasia, setiap perdagangan di bursa komoditas maupun bursa saham, kurs Dollar Amerika Serikat (USD) terhadap mata uang lainnya menjadi salah satu faktor penentu pergerakan harga minyak dunia. Mengapa demikian? Karena USD adalah satuan harga minyak yang diakui dunia internasional.

Semakin lemah nilai tukar USD maka semakin tinggi harga minyak mentah dunia. Hal ini dengan asumsi negara importir akan menaikkan permintaan karena minyak menjadi lebih murah setelah dikonversi ke mata uang mereka. Begitu juga sebaliknya, apabila USD menguat maka akan mengurangi permintaan dari negara importir karena harga minyak menjadi lebih mahal.

 Baca juga: Pentingnya Pengendalian Risiko Trading Komoditas Jagung

 

  • Faktor Cuaca

Cuaca di negara pengimpor minyak mentah terbesar juga turut serta menentukan pergerakan harga. Ketika Amerika Serikat dan Eropa memasuki musim dingin maka biasanya permintaan minyak tanah akan meningkat.

Tentunya suhu yang dingin membuat volume penggunaan pemanas ruangan oleh warga negara di negara-negara tersebut menjadi naik secara drastis. Oleh karena itu, harga bahan bakar pemanas atau minyak juga ikut meroket seiring dengan tingginya permintaan.

 

  • Penemuan Sumber Minyak Baru

Penemuan-penemuan baru yang berhubungan dengan eksplorasi minyak seperti pengembangan metode fracking untuk mendapatkan minyak Shale akan cenderung menurunkan harga minyak. 

Penemuan lokasi cadangan minyak baru dan perluasan eksplorasi minyak oleh perusahaan-perusahaan minyak multinasional juga turut serta untuk menurunkan harga minyak. Hal ini dikarenakan penemuan-penemuan baru tersebut membuka peluang untuk meningkatkan suplai minyak di masa depan.

Sementara penelitian-penelitian biofuel serta bahan-bahan lainnya yang berpotensi menjadi substitusi Minyak mentah sebagai sumber energi utama dunia juga turut berpotensi untuk mendorong harga minyak menjadi semakin rendah.

Itulah pembahasan mengenai trading komoditas Minyak mentah. Jika Anda berminat untuk trading komoditas Minyak mentah, Anda harus memahami faktor-faktor yang mempengaruhi supply dan demand dari komoditas Minyak mentah. Sebab, nantinya hal ini akan berpengaruh terhadap harga yang akan menentukan dimana Anda akan menempatkan posisi buy dan sell. Selain itu, perkuat dengan analisa teknikal dan fundamental Anda agar terhindar dari risiko trading komoditas Minyak mentah.  

Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI

Campaign Jurnal Zero Zero

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86
Kec. Tanah Abang, DKI Jakarta, 10220

Tentang Kami

Disclaimer : Semua informasi dan data yang tersaji dalam website ini, bukanlah merupakan anjuran / rekomendasi untuk membeli / menjual di pasar saham, forex, atau komoditas. Trading mempunyai potensi keuntungan serta resiko kerugian, oleh karena itu setiap investor dan trader harus membekali dirinya sendiri dengan pengetahuan yang cukup mengenai potensi keuntungan/ kerugian tersebut sebelum mengambil keputusan. Setiap keputusan transaksi harus merupakan keputusan personal sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing personal yang membuat keputusan tersebut. tpfx.co.id tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dilakukan oleh siapapun, baik itu yang mendatangkan keuntungan ataupun kerugian, dengan kondisi dan situasi apapun juga, yang diakibatkan secara langsung maupun tidak langsung.
Risk Disclosure : Perdagangan berjangka memiliki peluang dan resiko yang tinggi. Apabila anda hendak berinvestasi dalam perdagangan berjangka, anda terlebih dahulu harus mengerti dan memahami kegiatan perdagangan berjangka serta isi dari perjanjian dan peraturan transaksi.

© 2023. PT Trijaya Pratama Futures