Home » Deutsche Bank Akan Menjadi Domino Berikutnya Yang Kolaps?

Deutsche Bank Akan Menjadi Domino Berikutnya Yang Kolaps?

by Dani Irawan
681 views
Campaign Jurnal Years End Stars

NEWS FLASH

   Economic News & Analysis 

Weekend Edition

Market Summary:

Setelah SVB dan Credit Suisse menghilang dari sorotan pemberitaan, kini giliran Deutsche Bank? Saham kategori perbankan pemberi pinjaman terbesar di Jerman turun 10% selama sesi perdagangan Jumat (24/03) menjadi 8,4 euro dari nilai saham sebelumnya di 9,03 Euro. Deutsche bank kehilangan seperlima dari nilainya sejak awal Maret 2023, dan membuat suasana pasar gelisah menjelang akhir pekan.

Pada perdagangan hari Jumat (24/03) terjadi lonjakan nilai swap default kredit Deutsche Bank atau  meningkatnya biaya asuransi karena tingginya risiko gagal bayar hutang akibat prospek laba turun, yang berdampak pada terjadinya aksi jual, membawa nilai saham Deutschebank ke titik terendah dalam lima bulan. Yang tidak menyenangkan, nilai credit default swap Credit Suisse juga melonjak pada hari-hari sebelum di ketegorikan sebagai bank gagal.

Beberapa pengamat telah menunjuk pada lonjakan tiba-tiba dalam biaya asuransi hutang Deutsche Bank terhadap kemungkinan gagal bayar sebagai alasan nilai sahamnya turun tajam, tetapi sebagian besar pengamat mengatakan penurunan di sebabkan oleh rasa takut yang meluas di industri perbankan.

Deutsche, sebagai bank terbesar di Jerman dan pemberi pinjaman komersial utama, berada tepat di jantung sistem eknonomi zona Euro. Apabila terjadi bailout terhadap Deutsche bank akan menghantam seluruh zona euro. Pada hari Jumat (24/03), sudah ada tanda-tanda kepercayaan surut di bank-bank besar lainnya di seluruh zona Eropa. Saham BNP dan Société Générale Prancis turun 6 persen, UniCredit bank Italia turun 4 persen, dan Santander bank Spanyol turun 4 persen.

Keruntuhan Deutsche bank bisa membawa mata uang euro turun bersamanya. Kecuali pemerintah dan bank sentral dapat menopangnya selama akhir pekan, secepat mungkin agar  mata uang Euro tidak berada dalam masalah besar.

Kegagalan perbankan AS telah membuat bank-bank Eropa waspada, apakah penularan perbankan akan terjadi dan terus menyebar? mengingat tingkat kerusakan dari gejolak perbankan global masih belum jelas.

1.  XAU/USD

Sentimen menunjukkan bahwa kenaikan emas sepenuhnya mengendalikan pasar. kekhawatiran krisis perbankan global tumbuh semakin besar, dan Federal Reserve di perkirakan tidak akan dapat menaikkan suku bunga lebih lanjut. Dari 20 analis Wall Street, 13 atau 65%, bullish pada emas dalam waktu dekat. Pada saat yang sama, lima analis, atau 25%, bersikap bearish untuk minggu depan, dan dua analis, atau 10%, melihat harga diperdagangkan sideways.

XAU/USD Weekly Movement : Open : 1,984.50  High: 2,009.75   Low: 1,934.23    Close: 1,975.38                                  Range :+75.50pts

2.  EUR/USD

Euro turun tajam terhadap US dollar yang menguat pada hari Jumat di tengah kegelisahan yang berkepanjangan atas gejolak perbankan. Saham – saham perbankan anjlok di Eropa dengan Deutsche Bank dan UBS Group dilanda kekhawatiran bahwa masalah terburuk yang melanda sektor ini sejak krisis keuangan 2008 belum teratasi. Euro turun 0,71% menjadi $1,0753.

EUR/USD Weekly Movement : Open : 1.06873   High: 1,09283   Low: 1.06299  Close: 1.07583      Range : 298.40 pts

3. USD/JPY 

Yen Jepang menguat sebesar 0,08% di 130.73/US dollar, mencapai level terkuatnya dalam enam minggu bahkan setelah data menunjukkan bahwa tingkat inflasi inti tahunan Jepang melambat tajam pada bulan Februari, tetapi indeks yang menghapus biaya energi mencapai tertinggi empat dekade. Di sisi kebijakan moneter, risalah dari pertemuan Januari Bank of Japan menunjukkan para anggota menegaskan kembali perlunya mempertahankan kebijakan suku bunga rendah.

USD/JPY Weekly Movement : Open : 131.763   High: 132.988   Low: 129.629 Close: 130.737   Range : 335,900pts

4.  GBP/USD

Penghindaran risiko juga mengirim sterling 0,53% lebih rendah menjadi $1,222, meskipun data menunjukkan ekonomi Inggris akan tumbuh pada kuartal pertama dan kepercayaan terhadap perekonomian mulai tumbuh. Pound menyentuh level tertinggi tujuh minggu di $1,2341 pada hari Kamis  (23/03) dalam perdagangan yang fluktuatif setelah Bank of England menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 4,25%.

GBP/USD Weekly Movement : Open : 1.22144   High: 1,23427   Low: 1.21661  Close: 1.22280   Range : 176.6 pts

5.  AUD/USD 

Dolar Australia melemah  di  $0,66 setelah menghadapi volatilitas yang meningkat di sesi terakhir. Investor menimbang prospek dovish untuk suku bunga domestik. Reserve Bank of Australia menyatakan akan mempertimbangkan kembali untuk jeda pada penetapan April untuk menilai kembali prospek ekonomi, menurut risalah rapat kebijakan terbaru. RBA menyampaikan  kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan bulan Maret, mengangkat suku bunga tunai untuk keputusan ke-10 berturut-turut dan membawa biaya pinjaman ke level tertinggi hampir 11 tahun sebesar 3,6%.

AUD/USD Weekly Movement : Open : 0.67109   High: 0.67580   Low: 0.66243  Close: 0.66457  Range: 134.80 pts

6.  Minyak 

Minyak merosot lebih dari 3% menjadi di bawah $68/barrel pada hari Jumat. Menteri Energi AS Jennifer Granholm mengatakan kepada anggota parlemen bahwa akan “sulit” untuk mengisi kembali cadangan minyak strategis tahun ini, mendorong spekulasi bahwa pemerintah AS hanya akan mulai membeli di harga yang lebih rendah. Tanda-tanda pasokan minyak mentah yang kuat dari Rusia juga membebani harga minyak, karena pemotongan produksi minyak negara yang diumumkan sebelumnya akan berasal dari basis produksi yang lebih tinggi daripada yang ditunjukkan sebelumnya.

OIL Weekly Movement : Open : 66.87   High: 71.64   Low: 64.35  Close: 69.26  Range : $7,29

8. DXY

Indeks dolar naik 0,536% pada 103,140, ​​ pada hari Jumat (24/03), menjauh dari level terendah 7 minggu di 102 yang dicapai di sesi sebelumnya, karena investor berlindung pada mata uang AS di tengah ketidakstabilan di sektor perbankan. Deutsche Bank mengatakan akan menebus $1,5 miliar dalam satu set uang kertas tingkat 2 yang jatuh tempo pada tahun 2028 dan karena credit default swap melonjak ke level tertinggi sejak diperkenalkan pada tahun 2019. Pada saat yang sama, Bloomberg melaporkan bahwa UBS dan Credit Suisse berada di bawah pengawasan dalam penyelidikan Departemen Kehakiman AS.

9. Indeks Saham AS

Pasar saham global terpuruk kembali  pada hari Jumat karena kekhawatiran tentang penularan di antara bank-bank. Sentimen pasar dirugikan oleh aksi jual saham Deutsche, yang jatuh sebanyak 15%, karena credit default swaps, yang mencerminkan biaya mengasuransikan utang terhadap risiko non-pembayaran, melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun. Krisis kepercayaan tentang sistem perbankan global telah meningkatkan volatilitas di pasar saham di seluruh dunia.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) membalikkan penurunan sebelumnya menjadi berakhir naik 0,41%, S&P 500 (.SPX) bertambah 0,56%, dan Nasdaq Composite Index (.IXIC) naik 0,31%.

10. Indeks Hang Seng

Hang Seng tergelincir 133,96 poin atau 0,67% menjadi berakhir pada 19.915,68 pada hari Jumat setelah naik dalam tiga sesi sebelumnya, diguncang oleh kekhawatiran atas dampak krisis perbankan baru-baru ini, dengan bank sentral Hong Kong mengatakan hari ini bahwa kota perlu mewaspadai spillover lebih lanjut dari bank-bank regional AS. Sementara itu, ketegangan antara Washington dan Beijing muncul kembali setelah anggota parlemen AS Kamis menuduh TikTok menimbulkan tekanan emosional pada pengguna muda.

11. Nikkei Indeks

Indeks Nikkei 225 turun 0,13% menjadi ditutup pada 27.385 sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,1% menjadi 1.955 pada hari Jumat, meluncur untuk sesi kedua berturut-turut karena investor bereaksi terhadap data yang menunjukkan tingkat inflasi tahunan Jepang turun tajam dari tertinggi 41 tahun. Investor juga mencerna data yang menunjukkan peningkatan lebih lanjut dalam aktivitas manufaktur dan jasa Jepang untuk bulan Maret. Sementara itu, investor terus bergelut dengan pengetatan kondisi moneter global dan krisis perbankan yang sedang berlangsung.

 

 

WEEK AHEAD

27 – 31  Maret 2023

 

1. US Market

Krisis perbankan akan mendominasi berita utama. Wakil Ketua Pengawasan Michael S. Barr akan memberikan kesaksian di depan Komite Senat AS untuk Urusan Perbankan, Perumahan, dan Perkotaan dan Komite Layanan Keuangan DPR AS. Investor juga akan mengamati dengan cermat angka :

  1. Personal Consumption Expenditure (PCE) dan inti PCE, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, untuk menilai bagaimana tekanan harga pada situasi ekonomi terkini. 
  2. Pengeluaran dan pendapatan pribadi, (Personal Spending & Personal Income
  3. Kepercayaan konsumen (Consumer Confidece)
  4. Perkiraan terbaru untuk pertumbuhan PDB di Q4, 
  5. Penjualan rumah yang tertunda (Pending Home Sales)
  6. PMIS regional, yaitu Richmond Fed, Dallas Fed, dan Chicago PMI.

2. European Market

Inggris Raya

ONS akan menerbitkan angka PDB kuartal keempat terakhir, sementara indikator moneter Bank of England dan ukuran perdagangan distributif CBI juga akan diperhatikan.

Zona Eropa

laporan inflasi dan pengangguran utama akan dirilis untuk Zona Euro, termasuk untuk Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol. Tingkat inflasi tahunan di Kawasan Euro diperkirakan akan melambat lebih jauh di bulan Maret, mencapai level terendah dalam 13 bulan sebesar 7,3% dibandingkan dengan 8,5% di bulan Februari. Pada saat yang sama, pasar tenaga kerja kemungkinan akan tetap ketat, dengan pengangguran di wilayah tersebut mendekati rekor tertinggi 6,6% yang dicapai pada Oktober 2022. Di tempat lain, prospek bisnis Jerman akan memburuk karena kekhawatiran terhadap sektor perbankan. Data lain akan mencakup indikator moneter dan survei bisnis Kawasan Euro; Penjualan ritel Jerman dan kepercayaan konsumen.

3. Asia – Pasific Market

Di Jepang, pasar menunggu penjualan eceran; produksi industri; tingkat pengangguran; dan perumahan baru untuk bulan Februari. Sementara itu di Australia, rilis ekonomi akan dipimpin oleh data penjualan ritel dan angka inflasi bulanan untuk bulan Februari. Di Selandia Baru, perhatian akan tertuju pada kepercayaan bisnis untuk bulan Maret.

 

Untuk mempelajari ulasan pasar News Flash Weekend Edition minggu lalu, klik link ini

 

GOLD PRE ANALYSIS

WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY  RESISTANCE
S1   1,955 R1   1,990
S2   1,935 R2   2,025
S3   1,915 R3   2060

Gold Outlook : Bullish

 

OIL PRE ANALYSIS

WEEKLY VALUE AREA

WEEKLY SUPPORT WEEKLY RESISTANCE
S1   65.62 R1   72.90
S2  61.97 R2  76.54
S3   58.33  R3   80.04

Oil Outlook : Bearish

Campaign Jurnal Years End Stars

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86
Kec. Tanah Abang, DKI Jakarta, 10220

Tentang Kami

Disclaimer : Semua informasi dan data yang tersaji dalam website ini, bukanlah merupakan anjuran / rekomendasi untuk membeli / menjual di pasar saham, forex, atau komoditas. Trading mempunyai potensi keuntungan serta resiko kerugian, oleh karena itu setiap investor dan trader harus membekali dirinya sendiri dengan pengetahuan yang cukup mengenai potensi keuntungan/ kerugian tersebut sebelum mengambil keputusan. Setiap keputusan transaksi harus merupakan keputusan personal sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing personal yang membuat keputusan tersebut. tpfx.co.id tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dilakukan oleh siapapun, baik itu yang mendatangkan keuntungan ataupun kerugian, dengan kondisi dan situasi apapun juga, yang diakibatkan secara langsung maupun tidak langsung.
Risk Disclosure : Perdagangan berjangka memiliki peluang dan resiko yang tinggi. Apabila anda hendak berinvestasi dalam perdagangan berjangka, anda terlebih dahulu harus mengerti dan memahami kegiatan perdagangan berjangka serta isi dari perjanjian dan peraturan transaksi.

© 2023. PT Trijaya Pratama Futures