Home » Cara Melindungi Portofolio Trading dari Resesi

Cara Melindungi Portofolio Trading dari Resesi

by TPFX
54 views
Campaign Jurnal Zero Zero

Saat memulai trading pasti Anda mengenal istilah portofolio. Istilah portofolio trading mungkin sudah tak asing bagi sebagian besar pelaku pasar. Secara singkat, portofolio trading merupakan kumpulan dari sejumlah aset investasi yang dimiliki seorang trader atau investor.

Umumnya, aset ini bisa berupa saham, pasangan mata uang, logam mulia, dan masih banyak lagi. Keberadaan portofolio ini sering digunakan trader untuk mengawasi kondisi aset-aset yang mereka miliki. Tak jarang mereka menggunakan portofolio manager supaya lebih nyaman saat memperhatikan pergerakan kumpulan aset mereka.

Ada beragam alasan mengapa trader ingin memperhatikan sentimen pasar faktor lainnya seperti resesi ekonomi ataupun perang yang dapat memberikan potensi kerugian pada portofolio trading.

Mengenal Resesi

Resesi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan dimana perputaran ekonomi suatu negara berubah menjadi lambat atau buruk. Perputaran ekonomi yang melambat ini bisa berlangsung cukup lama bahkan tahunan akibat dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) suatu negara menurun selama dua kartal dan berlangsung secara terus menerus. 

Resesi dapat pula di juga bisa ditandai dengan fase bearish sekitar 20 persen di pasar saham. Faktor yang dapat memicu terjadinya resesi adalah adanya inflasi, deflasi berlebihan, gelembung aset pecah, guncangan ekonomi mendadak, dan nilai ekspor lebih kecil dari impor.Ada banyak faktor yang berpotensi memicu resesi, tapi biasanya hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan ekonomi.

Baca juga: Hal-Hal yang Perlu Anda Waspadai Ketika Hendak Trading Forex

Bagaimana Imbas Resesi Terhadap Trading?

Saat sebuah negara terkena imbas resesi, sebagian besar trader akan mengambil aksi atas kepemilikan portofolio nya. Tak sedikit trader yang akan menarik dananya dari pasar keuangan. Hal ini mengakibatkan turunnya harga aset di pasar. Belum lagi, tidak adanya kepastian mengenai kapan resesi akan berakhir.

Para investor juga tidak akan berani berinvestasi pada aset yang memiliki risiko di tengah ketidakpastian. Namun, jangan khawatir! Tak semua aset keuangan terpengaruh oleh resesi. Beberapa sektor bisa menguat karena berfungsi sebagai safe haven atau penolong agar dana lebih aman.

Tips Melindungi Portofolio Trading dari Resesi

Isu resesi yang semakin menguat menjelang akhir tahun, menyebabkan terjadinya kepanikan di masyarakat. Para trader takut portofolio aset akan semakin tergerus dan merugi. Walaupun tidak ada resesi, risiko sudah menjadi bagian yang tidak bisa terelakkan bagi trader. 

Ada beberapa tips untuk melindungi portofolio trading saat resesi. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diambil.

  1. Diversifikasi Aset Trading

Tips pertama yang cukup umum dilakukan untuk melindungi aset portofolio Anda adalah dengan melakukan diversifikasi aset. Jangan menghabiskan waktu untuk trading di satu aset saja. Ada baiknya membeli beberapa aset yang berbeda untuk memperkaya aset. Namun bukan sembarangan membeli beberapa aset. Aset yang dibeli harus memiliki korelasi negatif dengan aset lainnya.

Artinya, pasangan aset yang dipilih sebaiknya memiliki pergerakan yang berlawanan. Jadi apabila aset pertama melemah, aset kedua biasanya bergerak menguat. Dengan cara inilah trader bisa mengurangi risiko kerugian di semua aset. Salah satu contoh aset yang memiliki korelasi negatif adalah dollar dan emas. 

  1. Pertimbangkan Logam Mulia

Harga yang cenderung stabil membuat logam mulia sering menjadi aset yang tidak akan tergerus oleh resesi. Tak seperti aset lain, logam mulia masih menjadi primadona para trader. Beberapa jenis logam mulia yang sering diperdagangkan adalah emas dan perak. Selain sering dipakai di perhiasan, keduanya juga memiliki peran yang penting dalam perindustrian.

Baca juga: Sebelum Menentukan Strategi Trading, Pikirkan Beberapa Pertanyaan Ini!

  1. Beli Saham Defensif

Biasanya, menjelang resesi beberapa nilai aset akan menunjukkan penurunan. Namun, jangan khawatir, tidak semua aset akan turun nilainya. Bahkan tidak jarang akan menguat ataupun menjadi primadona baru di tengah resesi. Contohnya adalah sektor-sektor yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat 

Inilah yang membuat saham sektor ini layak ditambahkan ke dalam portofolio trading sebagai usaha mengamankan aset dari resesi. Saham sektor kesehatan bisa menjadi pilihan menarik lainnya. Hal itu karena meskipun resesi melanda, orang-orang tetap membutuhkan pengobatan, dokter, dan produk medis lainnya.

  1. Dollar AS

Mata uang yang satu ini memang tidak pernah redup. Hal ini menjadikan mata uang Dollar menjadi opsi cadangan yang patut ditambahkan ke dalam portofolio trading. Hal ini juga dikarenakan dollar AS masih menjadi mata uang cadangan di banyak negara dan nilainya menjadi patokan untuk mengukur valuasi banyak aset di pasar finansial. 

Jadi, tak salah jika mata uang Dollar AS menjajdi salah satu safe haven favorit para trader. Bila dilihat dari pergerakannya, Dollar AS lebih menjanjikan dibanding mata uang Yuan yang belakangan mulai menjadi salah satu mata uang asing yang disejajarkan dengan Dollar.

Itulah pembasahan mengenai cara melindungi portofolio trading dari isu resesi yang belakangan ini sering dibahas di berbagai media sosial. Bagi Anda yang pemula, Anda bisa mencoba bertransaksi komoditi olein lho! Sebab, modal yang diperlukan tidak terlalu besar. Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI.

Campaign Jurnal Zero Zero

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86
Kec. Tanah Abang, DKI Jakarta, 10220

Tentang Kami

Disclaimer : Semua informasi dan data yang tersaji dalam website ini, bukanlah merupakan anjuran / rekomendasi untuk membeli / menjual di pasar saham, forex, atau komoditas. Trading mempunyai potensi keuntungan serta resiko kerugian, oleh karena itu setiap investor dan trader harus membekali dirinya sendiri dengan pengetahuan yang cukup mengenai potensi keuntungan/ kerugian tersebut sebelum mengambil keputusan. Setiap keputusan transaksi harus merupakan keputusan personal sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing personal yang membuat keputusan tersebut. tpfx.co.id tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dilakukan oleh siapapun, baik itu yang mendatangkan keuntungan ataupun kerugian, dengan kondisi dan situasi apapun juga, yang diakibatkan secara langsung maupun tidak langsung.
Risk Disclosure : Perdagangan berjangka memiliki peluang dan resiko yang tinggi. Apabila anda hendak berinvestasi dalam perdagangan berjangka, anda terlebih dahulu harus mengerti dan memahami kegiatan perdagangan berjangka serta isi dari perjanjian dan peraturan transaksi.

© 2023. PT Trijaya Pratama Futures