Home » 2 Perbedaan Karet TOCOM dan SICOM

2 Perbedaan Karet TOCOM dan SICOM

by TPFX
200 views
Campaign Jurnal Zero Zero

Para petani dan pedagang karet Indonesia maupun mahasiswa dan orang awam sering bertanya-tanya, apabila ingin melihat kondisi harga karet terkini, apakah menggunakan acuan harga karet TOCOM atau SICOM? Mengapa pula ada perbedaan harga karet TOCOM dan SICOM? Kemudian, lebih penting lagi, acuan harga karet Indonesia itu yang mana? Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas semuanya.   

Mengapa Harga Karet TOCOM Dan SICOM Berbeda? 

Ada beberapa alasan mengapa harga karet TOCOM dan SICOM berbeda. Berikut adalah alasannya:

  • Keduanya Tercipta Pada Bursa Berbeda

Perlu diketahui bahwa TOCOM dan SICOM merupakan nama pasar komoditas asing. TOCOM (Tokyo Commodity Exchange) berlokasi di Tokyo, Jepang. Sedangkan SICOM (Singapore Commodity Exchange) berlokasi di negara tetangga, Singapura.  

 

Di bursa berjangka komoditi, penjual dan pembeli karet akan berjumpa secara langsung maupun tidak langsung, untuk mengatur pesanan guna pengiriman di masa depan. Perlu diperhatikan di sini bahwa transaksi di bursa berjangka komoditas tidaklah seperti di pasar atau mall biasa, karena umumnya yang didiskusikan adalah kontraknya saja; atau dengan kata lain, tidak ada barang yang berpindah tangan ketika pesanan dibuat. 

 

Semua transaksi berlangsung di atas kertas (atau, di era digital saat ini, di dalam jaringan internet). TOCOM dan SICOM sama-sama bursa komoditas yang mempertemukan penjual dan pembeli dengan cara demikian. Namun, penjual karet di TOCOM hanya akan berjumpa dengan pembeli karet di TOCOM saja. Demikian pula penjual karet di SICOM hanya akan bertemu pembeli karet di SICOM saja. 

Baca juga: Wajib Tahu! Perdagangan Komoditas Bilateral dan Multilateral

Walaupun mereka mungkin saling berkomunikasi untuk mencapai taraf harga pasar di kisaran tertentu (selisih harga karet antar bursa tak jauh berbeda), tetapi karena proses jual-beli terpisah, maka sewajarnya nominal harga yang tercipta pun berbeda. Perbedaan akan makin mencolok bila ada transaksi besar di salah satu bursa saja; misalnya perusahaan melakukan aksi beli di Singapura karena ada kebutuhan tertentu, sementara rutinitas di Tokyo tak mengalami perubahan signifikan.   

 

  • Basis Mata Uangnya Berbeda 

Selain nominal harga berbeda, dapat pula terjadi harga karet TOCOM naik, sementara harga karet SICOM turun. Dinamika semacam ini cukup jarang, tetapi bisa terjadi sewaktu-waktu, khususnya apabila kita mengamati pergerakan harga harian. Mengapa bisa begitu? 

 

Selain karena perbedaan aksi partisipan bursa, ada pula sebab lainnya. TOCOM menggunakan basis mata uang Yen Jepang, sementara SICOM menggunakan basis mata uang Dolar AS. Apabila kita perhitungkan juga fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap valas yang bisa naik-turun sewaktu-waktu, kemudian nilai tukar Dolar AS versus beragam mata uang lain pun berubah-ubah, maka jelas mengapa faktor ini bisa mengakibatkan adanya perbedaan harga karet TOCOM dan SICOM.  Apalagi, kurs Dolar AS merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi harga karet dunia. Karena sebagian besar komoditas diperdagangkan di pasar internasional menggunakan perantaraan mata uang Dolar AS, maka jika kurs Dolar AS menguat, komoditas-komoditas tersebut akan menjadi lebih mahal bagi pengguna mata uang berbeda.Dalam hal perdagangan karet, dampaknya bisa lebih mencolok di bursa SICOM daripada TOCOM.   

Manakah Acuan Harga Karet Indonesia?

Bursa Berjangka Jakarta (JFX) menyediakan pasar fisik karet dengan sistem lelang, dan penyerahan loco gudang penjual atau franco gudang pembeli. Namun, perdagangan bursa JFX untuk kontrak berjangka masih terbatas pada komoditas Emas, Olein, Kakao, dan Kopi. Karenanya, harga karet di sini boleh jadi kurang memadai untuk dijadikan acuan. 

Umumnya, pedagang dan eksportir karet Indonesia menggunakan harga karet SICOM sebagai acuan, karena pengapalan produk seringkali via bursa Singapura. Akan tetapi, adakalanya harga karet SICOM dituduh merugikan petani, atau harga karet SICOM turun hingga lebih rendah dibanding harga dasar yang bisa diterima di Indonesia. Dengan kata lain, penggunaan harga karet SICOM sebagai acuan bukannya tanpa kelemahan dan tidak bersifat mutlak. Proses tawar-menawar antara petani, pedagang, eksportir, dan perusahaan, serta semua stakeholder terkait juga ikut andil dalam penentuan harga komoditas.

Baca juga: Perbedaan Minyak Bumi WTI dan Brent

Nah, itulah pembahasan mengenai perbedaan karet TOCOM dan SICOM. Walaupun sama-sama komoditas karet, TOCOM dan SICOM menjadi acuan harga komoditas di berbagai negara. Indonesia sendiri sering memakai SICOM sebagai acuan harga komoditas karet. Agar trading komoditas karet menghasilkan cuan yang tinggi, lengkapi pengetahuanmu dan strategi trading komoditasmu dengan analisa teknikal dan fundamental. Jangan lupa pantau terus berita terkini mengenai komoditas karet. Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI

 

Campaign Jurnal Zero Zero

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86
Kec. Tanah Abang, DKI Jakarta, 10220

Tentang Kami

Disclaimer : Semua informasi dan data yang tersaji dalam website ini, bukanlah merupakan anjuran / rekomendasi untuk membeli / menjual di pasar saham, forex, atau komoditas. Trading mempunyai potensi keuntungan serta resiko kerugian, oleh karena itu setiap investor dan trader harus membekali dirinya sendiri dengan pengetahuan yang cukup mengenai potensi keuntungan/ kerugian tersebut sebelum mengambil keputusan. Setiap keputusan transaksi harus merupakan keputusan personal sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing personal yang membuat keputusan tersebut. tpfx.co.id tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dilakukan oleh siapapun, baik itu yang mendatangkan keuntungan ataupun kerugian, dengan kondisi dan situasi apapun juga, yang diakibatkan secara langsung maupun tidak langsung.
Risk Disclosure : Perdagangan berjangka memiliki peluang dan resiko yang tinggi. Apabila anda hendak berinvestasi dalam perdagangan berjangka, anda terlebih dahulu harus mengerti dan memahami kegiatan perdagangan berjangka serta isi dari perjanjian dan peraturan transaksi.

© 2023. PT Trijaya Pratama Futures